Bahan Pokok
Kompas Jabar
Kamis, 13 September 2007
Bahan Pokok
Siap Digelar Operasi Pasar
Bandung, Kompas - Meskipun harga berbagai bahan pokok cenderung naik, pasokannya akan mencukupi selama bulan puasa. Jika kenaikan harga sampai menimbulkan keresahan masyarakat, Pemerintah Kota Bandung akan segera menggelar operasi pasar.
"Selama ini stok bahan pokok di Kota Bandung tidak ada masalah. Kenaikan harga juga masih dapat ditoleransi," kata Kepala Bagian Ekonomi Kota Bandung Ema Sumarna di Bandung, Rabu (12/9).
Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Atot Kustawa mengatakan, pihaknya terus memantau pasokan bahan-bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Pasar tradisional yang menjadi acuan antara lain Pasar Andir, Pasar Sederhana, dan Pasar Kosambi.
Pantauan dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni pada Selasa dan Jumat. "Saat ini harga di pasar-pasar itu masih terjangkau meskipun permintaan barang relatif naik," ujar Atot.
Ia mengatakan, kenaikan harga berbagai bahan pokok berkisar 6-8 persen. Ambang batas kenaikan harga adalah 25 persen. ‘Namun, meski hanya naik 10 persen dan sudah menimbulkan gejolak di masyarakat, akan langsung digelar operasi pasar. "Biasanya kami periksa dulu. Jika barang sudah langka di pasar, barang yang ada di distributor atau produsen segera kami distribusikan dengan harga murah," kata Atot.
Kenaikan dan kelangkaan barang kebutuhan pokok amat bergantung dari jenis barang dan permintaan pasar. Kenaikan harga biasanya terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Harga berbagai bahan pokok di Pasar Cihaurgeulis mulai naik. Harga daging ayam yang biasanya Rp 18.000 per kilogram kini menjadi Rp 21.000 per kilogram. Harga telur curah dari Rp 9.500 menjadi Rp 11.000 per kilogram. Harga kacang buncis dari Rp 3.000 per kilogram menjadi Rp 3.500 per kilogram. Harga mentimun pun menjadi Rp 5.000 per kilogram dari semula Rp 3.500 per kilogram.
Meskipun harga naik, omzet pedagang stabil. Rohmat (28), pedagang sayur-mayur, mengatakan, dalam sehari omzetnya mencapai Rp 2 juta. Dia berharap menjelang Lebaran nanti omzetnya meningkat sehingga bisa mudik ke kampungnya di Garut. (MHF)