Bawaku Makmur
Kompas jabar, 13 September 2007
Bawaku Makmur
Baru Tersedia Rp 4 Miliar
Bandung, Kompas - Pemerintah Kota Bandung meminta tambahan dana bantuan wali kota khusus atau Bawaku Makmur sebesar Rp 14 miliar. Namun, kebijakan umum dan plafon dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2007 baru tersedia Rp 4 miliar.
Anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Kota Bandung, Endrizal Nazar, mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya, Rabu (12/9). Namun, menurut dia, tidak tertutup kemungkinan jumlah dana itu akan ditingkatkan. Semua bergantung pada hasil pembahasan APBD Perubahan.
Awalnya, Pemerintah Kota Bandung mengusulkan penambahan dana Bawaku Makmur dengan mengalihkan dana asuransi kesehatan untuk warga miskin (askeskin) yang nominalnya mencapai Rp 14 miliar. Alasannya, dana askeskin sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat sehingga Pemkot Bandung tidak perlu mengalokasikannya lagi.
Akan tetapi, ada sebagian komponen dalam askeskin yang tak dibayar pemerintah pusat, terutama bagi warga yang hanya memiliki surat keterangan tanda miskin. "Yang kami inginkan, jangan sampai ada warga miskin yang harus mengeluarkan biaya untuk berobat," ujar Endrizal.
Dana penyangga ini dialokasikan sebesar Rp 5,9 miliar. Pemkot Bandung perlu juga mengalokasikan anggaran untuk Rumah Sakit Daerah Ujungberung dan Rumah Sakit Bersalin Astana Anyar. Anggaran ini untuk pengadaan mobil ambulans, perlengkapan binatu, dan peningkatan sistem informasi manajemen rumah sakit. Ini untuk mendorong program Bandung Sehat 2007.
Dengan pengurangan tersebut, dana askeskin yang dapat dialihkan ke Bawaku Makmur hanya Rp 4 miliar. "Tetapi, jika ada pos yang tak efisien atau tak sesuai dengan prioritas, anggarannya akan dialihkan ke Bawaku Makmur," kata Endrizal.
Kepala Bagian Ekonomi Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, semua besaran yang diajukan ke Panggar DPRD Kota Bandung berdasarkan data nyata di lapangan. Ini yang harus menjadi pertimbangan DPRD Kota Bandung. "Kalau ternyata dalam APBD Perubahan besaran Bawaku Makmur belum mencukupi, kami berharap di APBD murni tahun 2008 kebutuhan Bawaku Makmur dapat diakomodasi," kata Ema. (MHF)