Laptop
Kompas, Jabar- 13 September 2007
Anggota DPRD Dapat Laptop Baru
Harga Setiap Unit Rp 19,8 Juta
Anggota Panggar DPRD Kota Bandung Endrizal Nazar tengah mengoperasikan laptop di kantor Farksi PKS, Rabu (12/9). Sekretarait DPRD Kota Bandung mendistribusikan 21 laptop baru kepada anggota DPRD Kota Bandung.
Bandung, Kompas - Meskipun sempat memunculkan berbagai kritik dan kecaman, proyek pengadaan laptop untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung terus berjalan. Bahkan, kini 21 anggota DPRD Kota Bandung telah mendapatkan laptop tersebut.
Sekretaris DPRD Kota Bandung Ebet Hidayat, Rabu (12/9), mengatakan, laptop-laptop tersebut sudah tersedia sejak Jumat. Sebanyak 15 laptop didistribusikan kepada anggota Panitia Anggaran DPRD Kota Bandung, 3 unit untuk pimpinan DPRD Kota Bandung, 1 unit untuk Badan Kehormatan, 1 unit untuk Panitia Urusan Rumah Tangga, dan 1 unit untuk Panitia Legislasi. Satu unit lagi masih menunggu keputusan Ketua DPRD Kota Bandung Husni Muttaqin.
Sebelumnya, tahun 2004, setiap pimpinan DPRD Kota Bandung telah mendapat satu laptop. "Dengan mendapatkan laptop baru, (laptop) yang lama sudah kami tarik dan sekarang digunakan di Sekretariat DPRD," kata Ebet.
Beda spesifikasi
Spesifikasi laptop yang diterima anggota DPRD Kota Bandung kali ini lebih bagus dibandingkan dengan yang ditawarkan pemenang tender pada awal lelang. Namun, CV Adhitiya Darma sebagai pemenang tender kesulitan mencari laptop dengan spesifikasi itu. Awalnya, spesifikasi laptop adalah merk Sony Vaio dengan ukuran monitor 11,1 inci. Memorinya mencapai 1 gigabit (GB) dengan kapasitas hard disk 60 GB.
Laptop tersebut juga dilengkapi dengan wireless network intel PRO/Wireless 3945 ABG, wireless bluetooth versi standar 2.0, slot provided, card reader provided, serta interface provided. Sistem operasi yang digunakan dilindungi dengan lisensi, yakni O/S provided Microsoft Windows Vista Business. Prosesornya menggunakan Intel Core Solo U 1400.
Beberapa spesifikasi itu kemudian berubah, antara lain memorinya menjadi 2 GB dengan kapasitas hard disk 80 GB, wireless network intel PRO/Wireless 2200 BG, modem integrated, dan audio yang awalnya compatible menjadi integrated. Total biaya mencapai Rp 436 juta atau Rp 19,8 juta per unit.
"Bagi kami tidak masalah, yang penting laptop itu minimal sesuai dengan spesifikasi awal atau kalau bisa lebih bagus," kata Ebet.
Minta dilatih
Anggota Panitia Anggaran, Endrizal Nazar, tampak membawa laptop baru dan bersiap mengutip data di dalamnya untuk menjelaskan kepada wartawan di Kantor Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. "Saya menerima laptop baru ini pada Jumat kemarin," ujar Enrizal.
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Herry Mei Oloan juga telah menerima laptop sejenis, kemarin. Namun, dia mengaku belum sepenuhnya mampu mengoperasikan fitur di dalamnya. Dia baru bisa mengoperasikan beberapa program, seperti Microsoft Word dan Excel. Untuk menyambungkan laptop dengan internet, Herry masih kesulitan.
Oleh karena itu, dia meminta agar Sekretariat DPRD Kota Bandung segera menyelenggarakan pelatihan. Dengan demikian, anggota DPRD Kota Bandung dapat menggunakan laptop secara maksimal dan bekerja lebih optimal.
Menanggapi hal ini, Ebet mengatakan, pihaknya akan segera menggelar pelatihan pengoperasian laptop bagi anggota DPRD. Materi pelatihan ini akan dimulai dari dasar-dasar pengetahuan laptop dan internet. "Bagi anggota DPRD yang kemampuan mengoperasikan laptopnya di atas rata-rata, tetap dilatih dari awal atau untuk sementara dia tidak masuk kelas dulu," Ebet menjelaskan.
Namun, dia belum tahu secara detail materi yang akan diber ikan. Pihaknya masih mencari konsultan untuk membicarakan hal ini. "Waktunya juga kami belum bisa memastikan," ujarnya. (MHF)
November 10th, 2008 at 2:46 am
Good post.